Angkot Madani Ditengah Isu Gempa & Tsunami
Angkot Madani Ditengah Isu
Gempa & Tsunami
Negeri maddani? Biasa (denger).
kampus madani?? (biasa (denger juga). Kalau angkot madani??? Pernah coba?
(jawab:….)
Meski masih penat, meski masih
kedinginan, meski masih menggigil, meski masih dalam kecemasan. Tapi jemari ini
tak ingin menunda untuk menorehkan beberapa kata yang referensinya kisah nyata kehidupan,
karena ingin mengabadikan kisah hari ini, kamis 31 Mei 2012.
Bermula dari pencarian sepatu
dll ke pasar raya untuk pementasan drama The Crucible oleh kelompok bubble_Gum hari
minggu besok, 3 juni 2012 di Taman Budaya Padang Sumbar.
Perjalanan berangkatpun sudah
terasa menakjubkan. Kita pergi dengan naik angkot hijau, namun saya dan mela
serasa naik banana boat, karena kondisi jalanan yang banjir akibat hujan yang
amat deras dan disertai kilatan dan teriakan petir yang saling menyahut dan
bersaing dengan musik-musik band ala angkot, ban mobil yang menggelinding saking
cepatnya menghasilkan cipratan air seperti naik banana boat. Karena cepat
itulah saya lebih memilih angkot hijau dari pada angkot merah (angkot pisang),
angkot pisang itu jalannya lelet banget!!! Perjalanan ke pasar raya bisa
memakan waktu 1 jam setengah.
Sesampai dipasar, pencarian 9
pasang sepatu dirasa lumayan buntu, karena harus mempertimbangkan harganya dulu
(memainkan teknik loby yg pernah dipelajari). alhmdllh jam 6.20 sepatunya udah
ketemu.
melihat cuaca yang makin
menggerutu; hujan badai melantakkan seluruh isi pasar, hanya hiruk pikuk dan
kecemasan yang terlihat dari setiap wajah yang hadir disana. Astagfirullah, apa
yang sedang terjadi? Aku ingin segera pulang dan mengakhiri segera kisah ini.
Tapi, apakah daya? Angkot hijau
yang menjadi penantian tak kunjung datang. Hari semakin gelap, waktu magrib
juga tinggal menghitung beberapa menit lagi. Hati semakin ga nyaman dan ga karuan;
cuaca amat buruk, baju basah semua, saya
ingin segera pulang, tapi angkot hijau ga ada!
Ternyata dengar-dengar, ada isu
gempa besar dan tsunami malam mini. Dan karena banjir juga, tidak ada angkot
hijau yang turun ke pasar raya karena terkena macet akibat banjir. Dalam hati
saya berkata “Ya Rabb, hamba telah berpuasa sunnah hari ini untuk beribadah
pada-Mu, maka tolonglah selamatkan hamba, dan untuk segera pulang, bahkan hamba
belum berbuka dan shalat magrib”
Ditengah beratnya perjuangan
untuk property drama, bertemulah dengan seorang kakak dan teman-temannya; kak
dara. Menghadapi hal yang sama, akhirnya kami mencari-cari ide untuk meminta
pertolongan agar dijemput ke pasar raya. Alhamdulillah, jam 8 kita dapat
carteran angkot merah, tapi tiba di TKP sudah pukul 8.35.
Waaah, ternyata angkotnya luar
biasa, ga ada musik ala-ala angkot; melainkan muratal dan nasyid , “subhanallah”,
semoga ga cuma ada satu dan malam ini aja angkot kayak gini, tapi bisa
menjaring followers lainnya. Aamiiin.
Dalam perjalanan pulang, hati
mulai tersentak dengan teguran mela, “heny, inget ga kata-kata heny sebelum
pergi tadi tentang angkot pisang?”
Toeng-toeng!!!
Asstagfirullah,
ternyata malam ini juga kata-kata itu dipatahkan. Angkot merah/angkot pisang
yang biasanya lelet, tapi untuk malam ini dia super kencang mengalahkan
pembalap F4, hiburannya penumpang juga ga tanggung-tanggung; murotal dan
nasyid, dan TERNYATA angkot pisang inilah yang menjadi perantara Allah untuk
menyelamatkanku dari huru-hara pasar karena hujan badai, isu gempa dan tsunami.
Mmm …. “maafkan daku angkot pisang!!!”
Ternyata engkau menjadi inspiriI
untuk sebuah ANGKOT MADANI *_^ ditengah isu gempa dan tsunami;
Drama, engkau yang memberi beribu-ribu
dan berjuta-juta masalah, Ternyata menyimpang bermilyar-milyar hikmah,,,
THE CRUCIBLE ;;; Don’t give up
BG-iers!!!
Komentar
Posting Komentar