my dreams

Padang, sabtu 9 Januari 2010
BUTIRAN PASIR UNTUK KEMULIAAN ISLAM
Bismillahirrahmanirrahim,
                Islam adalah agama yang paling super. Super indah, super mulia, super benar, super menjanjikan, dan super-super lainnya. Super sempurna juga, karena islam secara detail mengatur segala lini kehidupan manusia didunia ini. Sehingga Islam itu seperti nafas dalam diri kita yang setiap saat harus ada dan pasti dibutuhkan untuk hidup ini  dan merupakan sesuatu yang tak terpisahkan. Di mana pun, kapan pun dan bagaimana pun keadaannya, semua telah diatur dalam Islam. Lalu apa yang terjadi pada zaman saat sekarang ini, dimanakah Islam ? dimanakah umat islam? Dimanakah peraturan islam itu??? Padahal seharusnya ia selalu ada untuk selamanya… Bukankah dahulu Islam itu adalah agama yang paling maju peradabannya?  Segala ilmu pengetahuan awalnya ditemukan oleh kaum muslimin. Namun kini semua itu dikuasai oleh dunia barat. Tidakkah kita ingin Islam itu kembali berjaya di bumi ini??? Tentu saja. Lalu apa upaya yang bisa kita lakukan untuk Islam??? Jika Islam yang mulia ini diibaratkan sebuah bangunan, tentunya kita ingin menjadi salah satu unsur bangunan yang mulia itu agar ia dapat berdiri tegak dan kokoh. Walaupun hanya dengan  menjadi sebutir pasir untuk bangunan mulia itu. Itu sudah cukup membanggakan diri. Dan inilah aku dengan butiran pasirku untuk kemuliaan Islam.
                Butir pasir pertama adalah rencanaku dalam masa kuliah yaitu menulis artikel ke media massa , agar aku bisa memasukkan tulisan-tulisan yang berbau islami untuk awalnya, dan lebih dalam lagi untuk selanjutnya. Dengan begitu, banyak keuntungan yang bisa diperoleh, beberapa diantaranya:
1.         Menambah kemahiranku dalam menulis. Agar tulisanku lebih banyak dibaca orang lain maka aku harus bisa menulis semenarik mungkin dan juga enak untuk dibaca;
2.       Memberi kemudahan untuk aku menulis skripsi nantinya;
3.       Berbagi pengetahuan dengan pembacanya;
4.        Dan yang paling utama tentunya dalam rangka dakwah agama islam yang hukumnya fardhu ‘ain.
Oleh sebab itu, ada dua hal yang harus aku perdalam untuk meraihnya, yaitu kemahiran menulis dan pengetahuan tentang islam itu sendiri. Jika menulis aku perdalam dengan terus mencoba memasukan tulisan-tulisanku, dan untuk pengetahuan tentang islam yang lebih dalam, maka aku bergabung dengan FSI (Forum Study Islam), dan khususnya  bergabung dengan shohib-shohib Ar-Ruhul Jadiders (Alhamdulillah yang ini sudah terwujud).
Butir pasir selanjutnya, rencanaku jauh kedepan setelah lulus dari Universitas Andalas, khususnya jurusan Sastra Inggris. Maka aku ingin menjadi penerjemah plus penulis (internasional) dan tidak menutup kemungkinan jadi yang lainnya (wartawan, reporter, pembawa berita dll). Karena banyak manfaat yang bisa aku dapatkan, yaitu:
1.         Menambah pengetahuan tentang dunia luar, mengetahui keadaan umat islam dibelahan dunia yang lain dan sebaliknya.
2.       Menulis buku tandingan dari buku-buku pemikiran barat yang dapat dikaitkan dengan islam; (jadi bisa juga mengajak umat islam yang lainnya untuk bersatu lagi seperti pada masa Rasulullah dulu agar dapat bersama-sama melawan musuh-musuh islam);
3.       Dapat komisi juga dounkkk…

            Butir pasir yang lebih jauh lagi dan mungkin juga terdengar lebih “impossible”, yaitu bisa memperoleh pengalaman di luar negeri. Tempat pertama yang ingin aku kunjungi adalah kota Mekkah untuk melaksanakan salah satu rukun islam, yaitu berhaji. Yunani, juga negara yang ingin aku kunjungi, karena aku ingin melihat sisa-sisa peradaban pada masa lalu disana, dan tempat-tempat bersejarah lainnya yang saat ini tidak aku tahu. Selain itu, aku juga ingin melihat hasil peradaban pada masa sekarang di negara-negara maju seperti Amerika,  Jepang dll.
            Jika butir pasirku dari salah satu negeri Hoby, nyanyi and main gitar, aku ingin berdakwah melalui syair-syair islami dengan masuk group nasyid. (teater juga)
            Terlepas dari itu semua, sebagai seorang muslimah aku juga mendambakan seorang pemimpin dalam keluarga yang bisa saling menguatkan dalam agama dan dakwah. Dan bersama-sama mendidik para mujahid/mujahidah baru dalam keluarga untuk kembalinya izzatul islam.
Insyaallah …………
Aamiiiiiin…

Komentar

Postingan Populer