i'm HAPPY
MY BIRTHDAY
Hidup ini tak kan pernah menjadi sia-sia jika kita mempercayakan semua kepada pemilik asalnya, Allah SWT. Daan hidup tak kan mungkin seindah dan sebahagia ini tanpa kehadiran dan teladannya, yang mencintai umatnya bahkan di akhir hayatnya. Ya Allah sampaiakanlah shalawat dan salam ku untuknya yang mulia, Nabi Muhammad SAW. Sungguh tak terbayangkan betapa besar pengorbananmu untuk menegakkan kalimat Allah, tak terbayangkan rasa sakitmu ketika terluka dalam peperangan, tak terbayangkan betapa perihnya menahan rasa lapar ketika dalam kegentingan, tak terbayangkan kesedihan ketika kehilangan orang yang dikasihininya.
Ya Allah, betapa banyak nikmat-Mu yang kau berikan. Dari sejak lahir hingga kini tanpa terasa aku telah hidup di bumi-Mu selama 20 tahun. Sungguh, tak satu nikmat-Mu pun yang dapat aku balaskan sebagai rasa syukurku. Ampunilah hamba-Mu yang belum berbuat apa-apa untuk menegakkan kalimat-Mu walau hanya di sekitar sini saja. Sungguh tak mampu hamba mencapai perjuangan seperti perjuangan para nabi-Mu.
Dan entah dosa apa saja yang telah hamba laakukan selama 20 tahun ini Ya Allah. Ampunilah hamba Ya Allah.
Dan, terima kasih atas karunia-Mu yang berupa sahabat-sahabat yang menjadi keluarga hamba ketika hamba berada jauh dengan keluarga yang sebenarnya. Semoga mereka inilah yang benar-benar menjadi sahabat yang dapat mendekatkan hamba pada-Mu.
Sore hari yang cukup melelahkan, setelah berbuka, shalat magrib, dan membaca almatsurat. Rasa kantuk itu pun mulai menyerang dan membuat kepala ini terasa beras untuk di tegakkan. Kemudian ana ingin tidur untuk sesaat saja. Ana setle alarm hape untuk 30 menit berikutnya. Tapi sebelumnya kak lisa meminjam motor untuk menginap di tepat kak yosi dan besok pagi pulangnya. Karena malam ini ana juga tidak ada rencana untuk keluar, akhirnya ana pinjamkan saja. Dan Kak lisa pun izin pergi, dan berlalu.
Belum terlalu lelap tidur, ana merasa semakin gelap didalam kelopak mata. Kubuka mata, kulihat salah seorang akhwat mematikan lampu kamar dan berjalan keluar. Tak tau siapa, dia menggunakan mukena. Dan ana pun tak terlalu memperdulikannya, lanjutkan saja istirahatnya. Tak berapa lama kemudian, sekitar 10 menit beberapa akhwat, mencoba membangunkan ana dan memaksa ana untuk bangun dan keluar. Tapi ana menolak. mereka terus saja memaksa, barulah dari kegelapan itu ana melihat dua buah lilin memancarkan cahaya di kegelapan itu. Beberapa akhwat datang lagi dan kak lisa yang tadi sudah pamitan untuk menginap malah membawa sebuah kue imut yang cantik dan lucu dengan dua buah lilin yang membawa cahaya dikegelapan tadi dan bertuliskan angka 20.
Subhanallah, akhwat. Barulah ana sadar ternyata ini semua rencana kejutan untuk milad ana. Syukron jazakillah untuk semuanya. Tapi kenapa wajah ana juga jadi korban lulur mentega kue sich!!! Tapi tidak masalah dech, ana sangat merasa senang dan sangat beruntung bisa dipertemukan dengan antuna sekalian, sungguh sebuah karunia yang sangat besar buat ana. Dan ana tak kan pernah melupakan peristiwa ini karena ana sungguh menyayangi antuna lillahita’ala, semoga langkah dan ukhuwah kita dikuat kan di jalan dakwah ini. I wish the best for my Family in FSI, too.
Ikhwah/akhwat yakin dan percayalah, inilah jalan yang mulia disisi-Nya. Sebuah perdagangan yang tak pernah membawa kerugian. Meskipun jalan ini penuh perjuangan yang tak mudah, tap jika kita yakin, kita pasti bisa bersama-sama dengan izin Allah. So, let’s say, WE CAN! WE CAN! WE CAN! IF ALLAH WANTS!!! Repeat it 40 times.
Syukron untuk kak lisa, kak ros, kak desi, kak ma, abun (kak vivi), ukhty ocy (ohayou gozaimasu!), ukhty nesa, ukhty ii and ukhtifillah lainnya…..
Komentar
Posting Komentar